Renovasi Rumah Mbah Ramlan




Masih ingat dengan Mbah Ramlan..? Usia Mbah Ramlan sudah mencapai kurang lebih 70 tahun. Beliau tinggal disebuah rumah yang sudah tidak layak huni. Jika dilihat dari samping, rumah beliau yang terbuat dari anyaman bambu itu terlihat tidak kokoh dan agak miring. Saat hujan, rumah Mbah rawan banjir karena saluran air yang tidak lancar. Rumah beliau juga rawan Roboh saat ada angin kencang. Selain itu, sanitasi dan kebersihan rumah kurang begitu baik dan tentu saja hal tersebut akan berdampak buruk bagi kesehatan Mbah Ramlan.

Di rumah itu sangat sederhana itu, Mbah Ramlan tinggal sendiri, tanpa keluarga satupun. Isteri beliau telah lama meninggal dunia. Sebenarnya memiliki 9 orang anak, tapi seluruh anak beliau telah lama meninggalkan Malang untuk mencari pekerjaaan di Lampung.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Mbah Ramlan berjalan memulung sampah di suatu perumahan di Lawang. Akan tetapi, saat ini TPA di perumahan tersebut sudah ditutup. Beliau beralih mencari nafkah dengan bekerja sebagai buruh kuli. Di usia yang sudah lanjut, dan dengan kekuatan badan yang lemah karena usia, Mbah tetap berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.

Tetangga sekitar rumah beliau juga terus bersimpati dengan keadaan Mbah Ramlan. Terkadang Mbah mendapat bantuan makanan, pakaian, dll. Bahkan ada juga tetangga yang berisimpati dengan memberi saluran litrik untuk rumah beliau.

Akhirnya kami berkesempatan untuk membantu merenovasi rumah beliau agar menjadi lebih layak huni untuk ditinggali. Dengan bantuan warga sekitar , para volunteer Sedekah Habit Malang bergotong royong untuk merenovasi rumah itu. Sekarang rumah Mbah telah memiliki sanitasi yang lebih baik. Semoga dengan rumah baru tersebut, Mbah semakin nyaman saat beristirahat di rumah. Tidak lagi khawatir bocor dan banjir saat hujan datang, dan juga tidak khawatir roboh saat angin kencang.




Melihat wajah bahagia Mbah Ramlan saat melihat rumah barunya, membuat kami sangat bersyukur. Terima kasih para donatur Sedekah Habit Malang, satu mimpi untuk hidup yang lebih baik kembali dicapai oleh seorang "Dhuafa Lanjut Usia".